Senin, 14 Mei 2018


Kunjungan DPR RI ke RSUP Fatmawati

Jakarta 14 Mei 2018, RSUP Fatmawati menerima kunjungan dari perwakilan Sekretaris Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI dalam rangka kunjungan lapangan terkait monitoring pendistribusian Majalah dan Buletin Parlementaria di RSUP Fatmawati.
Rombongan diterima di Ruang Rapat Soevatchara Witoelar Gedung Induk Lantai 1 oleh Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Humas yang didampingi oleh perwakilan dari Bagian Umum, jumlah rombongan terdiri dari 8 orang yang merupakan tim dari pendistribusian Majalah dan Buletin parlementaria yang selama ini didistribusikan ke RSUP Fatmawati untuk dapat dibaca dan diambil secara gratis oleh pengunjung RSUP Fatmawati, Majalah atau buletin ini dapat memberikan informasi tentang kegiatan, perkembangan dan hasil kinerja DPR kepada masyarakat luas.
Selesai melakukan pembicaraan antara RSUP Fatmawati dengan tim dilanjutkan dengan pemberian cinera mata dari Tim ke RSUP Fatmawati maupun sebaliknya.



Kamis, 10 Mei 2018



STUNTING (PERAWAKAN PENDEK)


   PENGERTIAN STUNTING
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi dalam jangka panjang atau infeksi berulang sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

BAGAIMANA MENGETAHUI ANAK STUNTING ?
Dengan mengukur tinggi badan anak dan membandingkan tinggi badan anak dengan standar WHO.
Balita pendek adalah balita dengan status gizi yang berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umurnya bila dibandingkan dengan standar baku WHO - MGRS (Multicentre Growth Reference Study) tahun 2005, nilai z-scorenya kurang dari -2SD dan dikategorikan sangat pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -3SD.

APA PENYEBAB STUNTING ?
     Asupan Gizi
    Kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun (1000 HPK).
     Keadaan Kesehatan        
     Usia balita yang rentan terhadap penyakit infeksi atau adanya infeksi yang berulang.
     Berat  Badan Lahir
Ibu hamil dengan KEK berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR).


DAMPAK STUNTING
1.   Jangka Pendek
§  Perkembangan terhambat.
§  Penurunan fungsi kognitif (kecerdasan).
§  Penurunan fungsi kekebalan tubuh.
2.   Jangka Panjang
§  Pada masa dewasa, risiko tinggi timbul penyakit degeneratif
ü Diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua.
§  Rendahnya produktivitas ekonomi
ü Rata – rata kehilangan 22% dari pendapatan tahunan di masa dewasa.

UPAYA PENANGGULANGAN STUNTING
1.   Pada Ibu Hamil
Ø Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis.
Ø Program untuk mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat.
Ø Program untuk mengatasi kekurangan iodium.
Ø Pemberian obat cacing untuk menanggulangi kecacingan pada ibu hamil.
Ø Program untuk melindungi ibu hamil dari Malaria.
2.   Pada Ibu Menyusui dan Bayi 0 – 6 bulan
Ø Persalinan ditolong bidan atau dokter terlatih, begitu bayi lahir melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI Jolong (kolostrum).
Ø Bayi sampai dengan usia 6 bulan diberi Air Susu Ibu (ASI) saja (ASI Eksklusif).
Ø Imunisasi dasar, pantau tumbuh kembang secara rutin setiap bulan, dan penanganan bayi sakit secara tepat.
3.   Bayi berusia 6 bulan sampai dengan 2 tahun
Ø  Mendorong penerusan pemberian ASI hingga usia 23 bulan didampingi oleh pemberian MP – ASI.
Ø  Menyediakan obat cacing.
Ø  Menyediakan suplementasi zink.
Ø  Melakukan fortifikasi zat besi ke dalam makanan.
Ø  Memberikan perlindungan terhadap malaria.
Ø  Memberikan imunisasi lengkap.
Ø  Melakukan pencegahan dan pengobatan diare.
4.   Memantau pertumbuhan Balita di posyandu merupakan upaya yang sangat strategis untuk mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan.
5.   Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus diupayakan oleh setiap rumah tangga termasuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.




Selasa, 17 April 2018


FATMAHIDROPONIK RSUP FATMAWATI



Pada tanggal 16 April 2018 Sekdirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI berkunjung ke Fatmahidroponik RSUP Fatmawati dalam rangka HUT Ke 57 Tahun RSUP Fatmawati.Fatmahidroponik adalah nama tanaman hidroponik yang ada di RSUP Fatmawati, Hidroponik adalah budi daya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.Kata hidroponik berasal dari yunani yaitu Hydro yang berarti air dan ponos yang artinya Daya sehingga hydroponik adalah budi daya tanaman air.

Ditunjang luas lahan area terbuka di RSUP Fatmawati  yang lebih dari 70 %  meliputi lahan terbuka hijau, taman, dan parkir,bertujuan  untuk kenyamanan penghuni RS baik karyawan, pengunjung, dan pasien itu sendiri.
Dengan telah diraihnya juara ke 3 Green Hospital  pada  tahun 2016 dan Juara ke 2 Tahun 2017, maka Tahun 2018 ini kami akan mengembangkan program green hospital dengan optimalisasi taman vertikal garden, tanaman hidroponik, Recyle limbah cair IPAL G. Anggrek, komposting organik ,Program bank sampah  dan Pembuatan Taman sudut/ pembangkit listrik tenaga surya untuk penerangan lampu taman.
Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik seperti: tanaman sayuran berdaun hijau seperti selada, kangkung, bayam, pokcay, endive, sawi, dapat juga buah-buahan seperti melon, timun, cabe, tomat, dan terong jepang.
Metode Hidroponik yang dipakai  di RSUP Fatmawati adalah DFT (deep Flow Technnique) yaitu salah satu teknik dalam menaman tanaman hidroponik dengan metode sirkular.


                             












       

 






Peringatan HUT RSUP Fatmawati Ke-57

Minggu, 15 April 2018 merupakan peringatan Hari Ulang Tahun RSUP Fatmawati.ke- 57 Tahun. Dan pada tahun ini RSUP Fatmawati mengusung tema  yaitu ” Dari Kita untuk Kita dan Masyarakat” dengan makna kebersamaan dan kebahagian meliputi seluruh pegawai dilingkungan RSUP Fatmawati tidak terkecuali pegawai outsorching atau pegawai yang sifatnya bekerja kontrak.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke 57 pada tahun ini diantaranya :
1.    Kegiatan pemilihan pegawai terbaik dilingkungan RSUP Fatmawati (Fatmawati Award).
2.    Pada tanggl 8 April 2018 diselenggarakan Gathering pasien dan keluarga pasien penderita gagal ginjal kronik dengan tim dari unit dialysis dan diadakan juga seminar awam mengenai “Anemia pada terapi dialysis.
3.    Pada tanggal 11 April 2018 diselenggarakan seminar Awam  obesitas bertemakan“komplikasi obesitas, terapi gizi dan olahraga yang aman untuk pasien obesitas”
4.    Kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada tanggal 12 -13 April 2018
5.    pada tanggal 12 April 2018 dilaksanakan seminar awam dan Talkshow bertemakan”Deteksi Dini Kanker”
6.    diselenggarakan Acara Webinar dan Live Surgery dengan topik”Update Treatment Varicose Vein” acara ini dilaksanakan di gedung Bougenville RSUP Fatmawati diruang eLibrary Medical Science Center Darya Varia Lantai I .
7.    Kegiatan kebersamaan antar karyawan guna terjalinnya kebersamaan dan team work yaitu Lomba olahraga meliputi olahraga Futsal, Bulutangkis, tenis meja, dan diramaikan dengan lomba mancing mania, tangkap ikan,balap karung,bakiak,tarik tambang, dan lomba BHD Dance.
8.    Pada tanggal 15 April 2018 dilaksanakan kegiatan Funbike yang dikiti oleh oleh Pegawai RSUp Fatmawati dan beberapa perwakilan dari Kementerian Kesehatan, RSCM, RS Persahabatan, RSM Marzuki Mahdi, Pusre, serta klub-klub sepeda lainnya.
9.    Panggung Gembira dan Bazar, puncak acara pada tanggal 15 April 2018 pada hari minggu dengan adanya panggung gembira, pembagian doorprize dan pemberian Sembako murah
10.  Dan pada hari Senin, 16 April 2018 dilaksanakan upacara Bendera dalam rangka memperingari HUT RSUP Fatmawati ke 57 Tahun dan diramaikan dengan lomba tumpeng yang diikuti oleh satuan Kerja, Kunjungan ketaman Hidroponik dan Peresmian unit dialysis.













Jumat, 13 April 2018


SEMINAR AWAM “OBESITAS”
DI RSUP FATMAWATI TAHUN 2018

Dalam rangkaian HUT RSUP Fatmawati ke 57, RSUP Fatmawati mengadakan kegiatan seminar untuk awam pada tanggal 11 April 2018 di Ruang pertemuan Soejoto, Gedung R. Soehasim Gedung Induk lantai 3, acara dibuka oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. Loly Simanjuntak, Sp.PD, M.Kes yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara selanjutnya dengan pemberian materi dari 3 nara sumber yang ahli penyakit dalam, ahli Rehabilitasi Medis dan ahli Gizi dengan moderator Dr. Rianita, SpGK sebagai dokter ahli Gizi, materi yang disampaikan dalam seminar tersebut diantaranya :
1. “Komplikasi Obesitas/Sindrom Metabolik” oleh Dr. Muhammad Ikhsan M., SpPD,
    M.Med.Sci (K).
    Pada pemaparan ini, menyimpulkan bahwa :
    a.  Obesitas berdampak luas pada kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup
         seseorang.
    b. Penanganan obesitas harus dilakukan secara bersamaan antara pengaturan kalori
        yang masuk dan meningkatkan aktivitas fisik sehari - hari.
 2. “Aktifitas Fisik dan Olahraga pada Pasien Obesitas” oleh Dr. Esti Widorini, SpKFR.
     Pada pemaparan ini, menyimpulkan bahwa :
     a. Pasien Obesitas perlu disiplin untuk menurunkan berat badan.
     b. Bergerak (aktivitas rumah) belum cukup untuk menurunkan berat badan.
     c. Program yang terpadu antara diet, olahraga dan perilaku.
     d. Bila ada gangguan muskuloskleletal, gangguan jantung dan paru, perlu olahraga yang
         disesuaikan tiap individu (perlu konsultasi dokter spesialis terkait).
 3. “Terapi Nutrisi pada Obesitas” oleh Dr. Pauline Endang, MS, SpGK.
Pada pemaparan ini, menyimpulkan bahwa :

a.    Obesitas perlu adanya penanganan, antara lain (1) pengaturan diet; (2) pengaturan    
aktifitas fisik; (3) penggunaan medikamentosa; (4) tindakan bedah; (5) kombinasi dari
keempat modalitas terapi di atas.
b.    Macam - macam diet, yaitu (1) diet rendah kalori komposisi seimbang; (2) diet sangat
rendah kalori; (3) fat diet : diet Atkin, Ketogenik, Tiger diet, food combining.
Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu untuk memberikan informasi terhadap masyarakat internal maupun eksternal baik masyarakat awam maupun karyawan dan karyawati RSUP Fatmawati. Peserta seminar sangat aktif dalam berinteraksi dan berdiskusi seputar materi yang disampaikan oleh para nara sumber. Jumlah peserta seminar sekitar 100 peserta.




     



SEMINAR AWAM “MENGENAL KEGANASAN PADA TUBUH KITA DAN PENCEGAHANNYA

         Dalam rangka memperingati HUT RSUP Fatmawati ke 57 Tahun, RSUP Fatmawati mengadakan Seminar Awam  dengan Tema “Mengenal Keganasan Pada Tubuh Kita dan Pencegahannya” yang diadakan pada tanggal 12 April 2018 bertempat di Gedung Soejoto lantai 3 Gedung Induk pada pukul 09.00 WIB.
Acara ini dibuka oleh dr. Amrizal Umran SpU sebagai Ketua Panitia HUT RSUP.Fatmawati ke 57. dan dihadiri oleh 250 Peserta terdiri dari Pegawai Rsup Fatmawati dan para pasien penderita Kanker dan masyarakat umum. Tujuan di adakan acara seminar ini adalah untuk mengenalkan tentang bahaya kanker dan pencegahannya kepada masyarakat awam.
Acara tersebut di isi oleh narasumber / pembicara yang semua nya adalah dokter Spesialis RSUP.Fatmawati yang di antaranya adalah :
1. Dr. Enos Hagogogan Siburian SpB.Onk dengan tema “ Mengenal Keganasan Pada Payudara “
2. Dr. Taslim Poniman SpB (K ) BD dengan tema “ Mengenal Keganasan Pada Saluran Cerna “
3. Dr. Syamsu Hudaya SpU dengan tema “ Mengenal Keganasan pada Prostat “
4. Dr. Ratri Sp.KG, MKes dengan tema “ Nutrisi Pada Penderita Kanker “












Kamis, 08 Maret 2018


Sinusitis yang disebabkan oleh gigi yang berlubang

       Sinusitis adalah istilah kedokteran untuk infeksi sinus, yaitu rongga yang berisi udara yang letaknya dalam rongga kepala di sekitar hidung. Setiap sinus tersebut berhubungan dengan hidung untuk pertukaran udara dan sekresi (ingus hidung dan sinus dilapisi selaput lendir yang berhubungan satu sama lain. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara sinus dan hidung.
Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus etmoidalis (kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis (terletak di belakang dahi)
Sinusitis bisa terjadi pada masing-masing sinus tersebut tetapi yang paling sering terkena adalah sinus maksilaris, hal ini disebabkan sinus maksila adalah sinus yang terbesar dan dasarnya mempunyai hubungan dengan dasar akar gigi, sehingga dapat berasal dari infeksi gigi. Sinusitis maksilaris lebih disebabkan oleh masalah gigi atau disebut dengan sinusitis dentogen. Ini merupakan peradangan pada sinus maksilaris yang berasal dari infeksi gigi. Penyebabnya karena ada gigi ganggren (rusak/luka) pada sisi yang sama dengan sinus.
Sinus merupakan rongga atau ruang udara yang berada di tulang muka. Rongga ini bersambung ke hidung melalui saluran yang sangat kecil. Biasanya lendir dihasilkan oleh rongga ini setiap masa dan disalirkan kedalam hidung. Lantai sinus / bagian bawah sinus berada tepat di atas atap gigi
Salah satu penyebab dari sinusitis adalah infeksi pada gigi graham atas, dimana akar dari gigi graham atas terkadang sampai pada bagian rongga sinus, sehingga bila terjadi infeksi pada gigi tersebut maka infeksi dapat menjalar pada rongga sinus tersebut
Lalu, apa itu abses? Abses merupakan suatu penyakit infeksi yang ditandai adanya rongga yang berisi nanah (pus) dalam jaringan yang sakit akibat infeksi bakteri. Jadi, abses itu adalah bagian daging yang berlubang (berongga) yang di dalamnya ada nanahnya. Jika ada di dalam mulut, berarti gusi kita yang bernanah.
Jika gusi kita terluka atau berlubang, maka sebagian makanan akan masuk ke dalam celah atau lubang gusi tersebut. Karena ada benda asing dalam daging kita, maka tubuh kita akan menolak benda asing tersebut dan mengeluarkan enzim yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Karena adanya bakteri, maka bagian yang berlubang tersebut akan membusuk dan terjadi infeksi. Setela terjadi infeksi, maka akan terjadi peradangan pada gusi dan akhirnya menyebabkan sakit gigi.
Jika peradangan ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan infeksi dan dapat menyebabkan peradangan serius, seperti pembengkakan, nanah, dan rasa sakit yang berlangsung lama. Nyeri pada gigi yang terinfeksi akan terasa seperti berdenyut-denyut dan sangat menyiksa! Bahkan, sering juga ditemukan nyeri menjalar hingga ke telinga, rahang, dan leher pada sisi gigi yang sakit.
Untuk menghindarinya, biasakan membersihkan gigi setelah makan dengan cara menyikat gigi, berkumur dengan mouthwash, dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau dental floss. Yang pasti, pelan-pelan dalam menyikat gigi dan hindari makan makanan yang keras yang bisa menyebabkan gusi luka atau berlubang.
gigi yang bolong dan bahkan sampai membusuk memang dibutuhkan penanganan dikarenakan juga dapat menimbulkan infeksi pada sekitar seperti gigi sekitarnya, tulang rahang, atau penjalaran infeksi melalui pembuluh darah dimana salah satu risiko yang ditakutkan adalah terjadinya tetanus dan infeksi pada jantung.
dimana bila terjadi penumpukan lendir dalam rongga sinus akan mengakibatkan sinusitis
perjalanan sinusitis dentogen ini dimulai dari kerusakan gigi akibat gigi yang tidak dirawat dengan baik sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi. Infeksi yang tidak ditangani menyebabkan penyebaran infeksi, dan sinus maksilaris merupakan salah satu tempat penyebaran karena letaknya sedikit di atas gigi. Bila tak ditemukan penyebab keluhan sinusitis saat  pasien yang datang ke dokter THT, maka dokter THT akan merujuk pasien ke dokter gigi. Sebaliknya bila pasien datang dengan keluhan pusing dan hidung buntu ke dokter gigi, maka dokter gigi juga akan merujuk pasien ke dokter THT.
Salah satu cara untuk menyembuhkan sinusitis yang berasal dari gigi adalah merawat gigi yang berlubang tersebut

Untuk menghindari sinusitis maksilaris kita rajin membersihkan gigi dengan baik. Melakukan kontrol gigi rutin setiap 6 bulan. Melakukan perawatan gigi dengan baik, tambal yang berlubang. Dan yang terakhir adalah mengubah gaya hidup dan kebiasaan yang memicu terjadinya sinusitis seperti udara malam, konsumsi rokok, kopi.


                                                                                Sumber dari Kegiatan PKRS
                                                                                      drg.Tika Prana Pramita Sp.KG