Senin, 26 Oktober 2015

Simulasi Survei Akreditasi Rumah Sakit
Tahun 2015

      Pada tanggal 20 – 23 Oktober 2015 RSUP Fatmawati mengadakan Acara Simulasi Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Tim Surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), yang dipimpin oleh Dr.Gatot S,Mkes (MMR), tim tersebut terdiri dari Dr.Hanun E,MARS, Dr.Dyah S,SpA,MH.Kes, Dr.Firdaus SS.SpRad(K), Maria Indrijani W,SKM, Poniwati Yacub,SKM. Acara diadakan di Ruang Rapat Soejoto gedung Induk Lantai 3 yang dibuka oleh Direktur Utama Dr.Andi Wahyuningsih Attas SpAn,KIC,MARS  dan  di hadiri oleh Dewan Pengawas, Jajaran Direksi,Para Wali Pokja,Ketua Pokja dan Ka.Satker yang diikuti Para  Anggota Pokja.

Adapun Kegiatan yang dilakukan Tim Surveior adalah:
o Telaah Dokumen Pokja Akreditasi
o Wawancara Pimpinan
o Telusur lapangan ke Satuan Kerja
o Klarifikasi dan Masukan yang dilakukan setiap pagi
o Penutupan (Sesi Edukasi)













Selasa, 20 Oktober 2015



APA ITU DIARE?
Diare adalah penyakit gangguan pencernaan berupa buang air besar yang encer atau cair,seperti air,terjadi lebih dari 3 (tiga) kali dalam sehari,dan dikatakan diare akut apabila terjadi sampai dengan 7 (tujuh) hari.

APA PENYEBAB DIARE ?
o Peradangan usus akibat infeksi virus dan atau bakteri.
o Keracunan makanan dan atau minuman
o Alergi terhadap makanan tertentu

BAHAYA DIARE ?
Diare dapat menyebabkan terjadinya DEHIDRASI pada penderita yang terdiri dari 3 (tiga) tingkatan,yaitu:
1. Dehidrasi ringan
    Terjadinya penurunan kekenyalan kulit terutama pada         daerah perut.
2. Dehidrasi sedang
    Terjadi penurunan kekenyalan kulit,mata mulai cekung         dan nadi lebih cepat.
3. Dehidrasi berat
    Terjadi penurunan kesadaran,pernafasan cepat dan dalam,mata dan ubun-ubun               cekung,denyut nadi  lebih cepat,kekenyalan kulit menurun,jumlah air kencing                berkurang.

PERTOLONGAN DIARE
Pemberian Oralit.
  Tujuannya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
  Larutkan 1 (satu) bungkus kecil oralit dengan 100 cc ( ½ gelas) air masak atau 1 (satu)     bungkus besar     oralit dengan 200 cc (1 gelas)air masak.

Pemberian Larutan Garam dan Gula.
   Larutan garam dan gula adalah pengganti oralit.caranya,larutkan ¼ sendok teh garam      halus dan 1 (satu)   sendok teh gula pasir ke dalam 200 cc (1 gelas) air masak.

Bawa segera penderita ke puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

BAGAIMANA CARA MENCEGAH DIARE?
Cuci tangan sebelum dan sesudah makan/minum serta sesudah buang air besar.
Memasak makanan dan minuman sebelum dikonsumsi.
Menggunakan sumber air bersih
Menjaga kebersihan lingkungan
Menyantap makanan dan minuman yang masih baik (tidak basi)
Menutup makanan dan minuman untuk menghindari lalat.
Menghindari makanan yang telah diketahui dapat menyebakan alergi.

Kamis, 15 Oktober 2015

KATARAK

APA ITU KATARAK ?
KATARAK adalah suatu keadaan dimana lensa mata yang jernih/transparan dan tidak berwarna menjadi keruh.

GEJALA KATARAK
1. Penglihatan buram,seperti terdapat kabut atau asap yang menghalangi obyek.
2. Silau atau peka terhadap sinar,misalnya sinar matahari atau sorot lampu mobil dan penderita               lebih nyaman berada ditempat redup.
3. Penglihatan ganda pada satu mata
4. Memerlukan pencahayan yang lebih terang untuk dapat membaca.
5. Sering berganti ukuran kacamata.
6. Lensa mata tampak buram,seperti kaca susu.


PENYEBAB KATARAK
1. Paparan terhadap sinar matahari (ultra violet)yang cukup lama.
2. Penyakit sistemik,misalnya diabetis mellitus.
3. Infeksi atau peradangan didalam bola mata.
4. Trauma (kecelakaan) yang mengenai mata.
5. Penggunaan obat tertentu,misalnya steroid yang biasa digunakan untuk     mengatasi alergi atau radang.
6. Operasi mata sebelumnya.
7. Faktor-faktor lain yang belum diketahui.

PENANGANAN KATARAK
Tidak ada obat-obatan yang terbukti dapat menyembuhkan katarak hingga saat ini.satu-satunya cara untuk mengobati katarak adalah dengan pembedahan/operasi.

                                                                                    TEHNIK OPERASI KATARAK
Dikenal ada 2 cara operasi,yaitu Ekstraksi Katarak Intra Kapsular (EKIK) dan Ekstraksi Katarak Ektra Kapsular (EKEK).teknik operasi EKIK dilakukan dengan membuang semua massa katarak,termasuk kapsul lensa,namun telah jarang dilakukan pada praktek kedokteran modern saat ini.sedangkan EKEK adalah tehnik operasi mengeluarkan massa katarak dengan meninggalkan kapsul lensa yang jernih.dengan cara ini komplikasi operasi yang terjadi,seperti infeksi,pendarahan,lepasnya lapisan saraf  mata/retina dapat dikrangi.selain itu,pemasangan lensa tanan intra okular dapat dilakukan,sehingga pasien hanya menggunakan kacamata yang tipis,bahwa bahwa seringkali tanpa kacamata.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN LENSA TANAN  INTRA OKULAR ?
Lensa tanam intra okular adalah lensa artificial yang ditanam pada saat operasi katarak untuk mendapatkan tajam penglihatan yang mendekati normal.Pada beberapa keadaan dan atas pertimbangan medis,lensa tanam dilakukan artificial ini memiliki fungsi yang sama dengan lensa alamiah,yaitu untuk memfokuskan cahaya agar sampai diretina sehingga harus tetap diberikan pada pasien pasca operasi katarak.Lensa tanam akan ditinggalkansecara permanen di dalam bola mata tanpa membutuhkan perawatan khusus.

APAKAH SETELAH OPERASI KATARAK MASIH MEMERLUKAN KACAMATA ?
Dengan pemasangan lensa tanan,penglihatan akan mendekati normal.Sebagian masih memerlukan kacamata untuk mendapatkan penglihatan jauh yang optimal.Kalau jenis lensa tanam besifat bersifat monofokal dan torik,maka hanya penglihatan jauh yang terloreksi,sehingga pasien masih memerlukan kacamata untuk penglihatan dekat (kacamata baca).Jika pasien memakai lensa multifocal,maka penglihatan jauh dan dekat dapat terkoreksi,sehingga setelah operasi diharapkan bebas dari kacamata.          



Rabu, 30 September 2015



Workshop Kegawatdaruratan “Spinal Cord Injury”

     Sabtu, 19 September RSUP Fatmawati telah mengadakan Acara Workshop Kegawatdaruratan “Spinal Cord Injury“ di Ruang Rapat Soejoto, Gedung Induk lantai 3  yang dibuka oleh Kepala Bagian Pendidikan & Pelatihan, Dr. Dewi Lestarini, Sp.KK, MARS dengan narasumber, antara lain Dr. Ugi Sugiri, Sp.EM, Dr. Fachrizal, Sp.OT, Dr. Indriati MS Tobing, Sp.KFR (K), Dr. Arfan Mapalilu, Sp.S, Dr. Utami, Sp.Rad, Ns. Ida Djubaedah, SKep, Ns. Sukron, SKep, Ns. Burhandiah, SKep yang dihadiri oleh peserta Internal 56 orang dan peserta External 9 orang, yaitu dari RS. Siaga Raya, RS. Puri Cinere dan RSUD Bekasi. Adapun materi yang diberikan dalam acara workshop tersebut, antara lain :
1. “Red Flag” nyeri punggung dan “Pre Hospital Management” pada kasus diduga cedera medulla spinalis. 
2. Fraktur vertebra dan kondisi muskuloskeletal yang berisiko terjadi Spinal Cord Injury.
3. Dampak Spinal Cord Injury pada sistim organ tubuh. 
4. Penatalaksanaan Spinal Cord Injury dari sisi Neurologi. 
5. Pemeriksaan Penunjang Diagnosis Spinal Cord Injury. 
6. Rehabilitasi Spinal Cord Injury Fase Akut. 
7. Asuhan Keperawatan pada Spinal Cord Injury. 
8. Asuhan keperawatan pada Neurogenic Bladder. 
9. Asuhan Keperawatan pada Neurogenic Bowel.












Selasa, 29 September 2015

JANTUNG KORONER

Apa yang dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner adalah
Penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh yang diikuti oleh penebalan dan kekakuan pembuluh tersebut (aterosklerosis) 


Penyebab penyakit jantung koroner

Adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh akut coronary  
karena penumpukan zat-zat lemak (kolesterol,trigliserida).

Faktor resiko yang tidak dapat dirubah (dimodifikasi):
1. Peningkatan usia
2. Jenis kelamin
3. Ras 

Faktor resiko yang dapat dirubah (dimodifikasi/diatasi):
1. Kolesterol
2. Tekanan darah tinggi
3. Merokok
4. Gula darah tinggi
5. Obesitas
6. Stress
7. Penggunaan kontrasepsi oral
8. Kepribadian
9. Narkotika 


Tanda dan gejala

Nyeri dada disebelah kiri
Nyeri menjalar kelengan dan              
kepunggung,rahang,leher atau lengan kanan.
Nyeri seperti tertekan benda berat/diperas/terasa panas dan kadang hanya tidak enak didada karena tidak dapat menjelaskan sakit dada tersebeut dengan baik.
Nyeri timbul saat aktifitas.
Terdapat keluhan sesak nafas,lelah,kadang sakit dada disertai keringat dingin.


Serangan jantung sering kali terjadi dipengaruhi oleh beberapa keadaan : 
a. Aktivitas/latihan fisik yg berlebihan (tak terkondisikan)
b. Stress emosi dan terkejut 
c. Udara dingin, keadaan ini ada hubungan dengan peningkatan aktivitas simpatis sehingga tekanan Darah, frekuensi debar jantung dan kontraktilitas Jantung meningkat.

Efek penyakit jantung koroner
Kehilangan oksigen nutrient ke jantung karena aliran darah kejantung berkurang.
Komplikasi
1. Kematian.
2. Aritmia

Cara mencegah penyakit jantung koroner
Mengkonsumsi banyak sayur-syuran dan buah-buahan.
Lakukan olah raga.
Hindari merokok.
Hindari jeroan,emping,nangka,garam,kacang,kubis dan lemak.





Senin, 07 September 2015


   
    Pada tanggal 4 September 2015 RSUP Fatmawati memperingati Hari Pelanggan Nasional,dengan  Tema “Senyum Pelanggan Adalah Senyum Kami”.
 Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional ini, RSUP Fatmawati mengadakan kegiatan peduli pelanggan dengan memberikan setangkai bunga mawar kepada para pasien sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kepercayaannya telah menjadi Pelanggan RSUP Fatmawati. Pemberian setangkai bunga mawar langsung diberikan oleh para Direksi sebagai bentuk rasa ingin menciptakan situasi yang nyaman kepada pelanggan yang sedang menunggu pelayanan dari RSUP Fatmawati serta bentuk kepedulian yang tinggi untuk para pelanggan.Adapun lokasi pemberian bunga mawar antara lain Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rehab Medik, Instalasi Anggrek & Griya Husada, Instalasi Bougenville dan Instalasi Patologi Klinik.

   











Rabu, 02 September 2015


KEGIATAN PKRS EKSTERNAL

     Kegiatan PKRS merupakan salah satu upaya RSUP Fatmawati untuk meningkatkan kemampuan pasien,klien dan kelompok-kelompok masyarakat agar pasien dapat mandiri dalam meningkatkan kesehatan,mencegah masalah-masalah kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat.Kegiatan ini dilakukan baik dilingkungan internal RSUP Fatmawati maupun lingkungan eksternal  RSUP Fatmawati.
    RSUP Fatmawati mengadakan kegiatan PKRS eksternal,yaitu disekolah-sekolah,diantaranya SMP Negeri 68 Cipete Jakarta Selatan,SMP Negeri 161 Tanah Kusir Jakarta Selatan dan SMP Negeri 37 Jakarta Selatan dengan topic mengenai “kekerasan pada Anak dan Remaja”yang sekaligus juga memperkenalkan dan memberikan informasi bahwa RSUP Fatmawati memepunyai pelayanan Klinik Kesehatan Remaja.Kegiatan ini dibuka oleh Dr.Shirley Anggraini T,SpOG,MKES selaku Ketua Panitia dan kepala sekolah masing-masing SMP Negeri dengan narasumber yaitu Tim Kesehatan Remaja (Dr.Bina Akura SpA dan Dr.Maryatul C,SpKJ)Dr.Andriani,Spf,Nurlaksmi Handayani,MPsi dan didampingi oleh Bidang Pelayanan Medik dan Instalasi Promosi Kesehatan dan Hukum.