Jumat, 13 April 2018


SEMINAR AWAM “OBESITAS”
DI RSUP FATMAWATI TAHUN 2018

Dalam rangkaian HUT RSUP Fatmawati ke 57, RSUP Fatmawati mengadakan kegiatan seminar untuk awam pada tanggal 11 April 2018 di Ruang pertemuan Soejoto, Gedung R. Soehasim Gedung Induk lantai 3, acara dibuka oleh Direktur Medik dan Keperawatan Dr. Loly Simanjuntak, Sp.PD, M.Kes yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara selanjutnya dengan pemberian materi dari 3 nara sumber yang ahli penyakit dalam, ahli Rehabilitasi Medis dan ahli Gizi dengan moderator Dr. Rianita, SpGK sebagai dokter ahli Gizi, materi yang disampaikan dalam seminar tersebut diantaranya :
1. “Komplikasi Obesitas/Sindrom Metabolik” oleh Dr. Muhammad Ikhsan M., SpPD,
    M.Med.Sci (K).
    Pada pemaparan ini, menyimpulkan bahwa :
    a.  Obesitas berdampak luas pada kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup
         seseorang.
    b. Penanganan obesitas harus dilakukan secara bersamaan antara pengaturan kalori
        yang masuk dan meningkatkan aktivitas fisik sehari - hari.
 2. “Aktifitas Fisik dan Olahraga pada Pasien Obesitas” oleh Dr. Esti Widorini, SpKFR.
     Pada pemaparan ini, menyimpulkan bahwa :
     a. Pasien Obesitas perlu disiplin untuk menurunkan berat badan.
     b. Bergerak (aktivitas rumah) belum cukup untuk menurunkan berat badan.
     c. Program yang terpadu antara diet, olahraga dan perilaku.
     d. Bila ada gangguan muskuloskleletal, gangguan jantung dan paru, perlu olahraga yang
         disesuaikan tiap individu (perlu konsultasi dokter spesialis terkait).
 3. “Terapi Nutrisi pada Obesitas” oleh Dr. Pauline Endang, MS, SpGK.
Pada pemaparan ini, menyimpulkan bahwa :

a.    Obesitas perlu adanya penanganan, antara lain (1) pengaturan diet; (2) pengaturan    
aktifitas fisik; (3) penggunaan medikamentosa; (4) tindakan bedah; (5) kombinasi dari
keempat modalitas terapi di atas.
b.    Macam - macam diet, yaitu (1) diet rendah kalori komposisi seimbang; (2) diet sangat
rendah kalori; (3) fat diet : diet Atkin, Ketogenik, Tiger diet, food combining.
Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu untuk memberikan informasi terhadap masyarakat internal maupun eksternal baik masyarakat awam maupun karyawan dan karyawati RSUP Fatmawati. Peserta seminar sangat aktif dalam berinteraksi dan berdiskusi seputar materi yang disampaikan oleh para nara sumber. Jumlah peserta seminar sekitar 100 peserta.




     



SEMINAR AWAM “MENGENAL KEGANASAN PADA TUBUH KITA DAN PENCEGAHANNYA

         Dalam rangka memperingati HUT RSUP Fatmawati ke 57 Tahun, RSUP Fatmawati mengadakan Seminar Awam  dengan Tema “Mengenal Keganasan Pada Tubuh Kita dan Pencegahannya” yang diadakan pada tanggal 12 April 2018 bertempat di Gedung Soejoto lantai 3 Gedung Induk pada pukul 09.00 WIB.
Acara ini dibuka oleh dr. Amrizal Umran SpU sebagai Ketua Panitia HUT RSUP.Fatmawati ke 57. dan dihadiri oleh 250 Peserta terdiri dari Pegawai Rsup Fatmawati dan para pasien penderita Kanker dan masyarakat umum. Tujuan di adakan acara seminar ini adalah untuk mengenalkan tentang bahaya kanker dan pencegahannya kepada masyarakat awam.
Acara tersebut di isi oleh narasumber / pembicara yang semua nya adalah dokter Spesialis RSUP.Fatmawati yang di antaranya adalah :
1. Dr. Enos Hagogogan Siburian SpB.Onk dengan tema “ Mengenal Keganasan Pada Payudara “
2. Dr. Taslim Poniman SpB (K ) BD dengan tema “ Mengenal Keganasan Pada Saluran Cerna “
3. Dr. Syamsu Hudaya SpU dengan tema “ Mengenal Keganasan pada Prostat “
4. Dr. Ratri Sp.KG, MKes dengan tema “ Nutrisi Pada Penderita Kanker “












Kamis, 08 Maret 2018


Sinusitis yang disebabkan oleh gigi yang berlubang

       Sinusitis adalah istilah kedokteran untuk infeksi sinus, yaitu rongga yang berisi udara yang letaknya dalam rongga kepala di sekitar hidung. Setiap sinus tersebut berhubungan dengan hidung untuk pertukaran udara dan sekresi (ingus hidung dan sinus dilapisi selaput lendir yang berhubungan satu sama lain. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara sinus dan hidung.
Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus etmoidalis (kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis (terletak di belakang dahi)
Sinusitis bisa terjadi pada masing-masing sinus tersebut tetapi yang paling sering terkena adalah sinus maksilaris, hal ini disebabkan sinus maksila adalah sinus yang terbesar dan dasarnya mempunyai hubungan dengan dasar akar gigi, sehingga dapat berasal dari infeksi gigi. Sinusitis maksilaris lebih disebabkan oleh masalah gigi atau disebut dengan sinusitis dentogen. Ini merupakan peradangan pada sinus maksilaris yang berasal dari infeksi gigi. Penyebabnya karena ada gigi ganggren (rusak/luka) pada sisi yang sama dengan sinus.
Sinus merupakan rongga atau ruang udara yang berada di tulang muka. Rongga ini bersambung ke hidung melalui saluran yang sangat kecil. Biasanya lendir dihasilkan oleh rongga ini setiap masa dan disalirkan kedalam hidung. Lantai sinus / bagian bawah sinus berada tepat di atas atap gigi
Salah satu penyebab dari sinusitis adalah infeksi pada gigi graham atas, dimana akar dari gigi graham atas terkadang sampai pada bagian rongga sinus, sehingga bila terjadi infeksi pada gigi tersebut maka infeksi dapat menjalar pada rongga sinus tersebut
Lalu, apa itu abses? Abses merupakan suatu penyakit infeksi yang ditandai adanya rongga yang berisi nanah (pus) dalam jaringan yang sakit akibat infeksi bakteri. Jadi, abses itu adalah bagian daging yang berlubang (berongga) yang di dalamnya ada nanahnya. Jika ada di dalam mulut, berarti gusi kita yang bernanah.
Jika gusi kita terluka atau berlubang, maka sebagian makanan akan masuk ke dalam celah atau lubang gusi tersebut. Karena ada benda asing dalam daging kita, maka tubuh kita akan menolak benda asing tersebut dan mengeluarkan enzim yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Karena adanya bakteri, maka bagian yang berlubang tersebut akan membusuk dan terjadi infeksi. Setela terjadi infeksi, maka akan terjadi peradangan pada gusi dan akhirnya menyebabkan sakit gigi.
Jika peradangan ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan infeksi dan dapat menyebabkan peradangan serius, seperti pembengkakan, nanah, dan rasa sakit yang berlangsung lama. Nyeri pada gigi yang terinfeksi akan terasa seperti berdenyut-denyut dan sangat menyiksa! Bahkan, sering juga ditemukan nyeri menjalar hingga ke telinga, rahang, dan leher pada sisi gigi yang sakit.
Untuk menghindarinya, biasakan membersihkan gigi setelah makan dengan cara menyikat gigi, berkumur dengan mouthwash, dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau dental floss. Yang pasti, pelan-pelan dalam menyikat gigi dan hindari makan makanan yang keras yang bisa menyebabkan gusi luka atau berlubang.
gigi yang bolong dan bahkan sampai membusuk memang dibutuhkan penanganan dikarenakan juga dapat menimbulkan infeksi pada sekitar seperti gigi sekitarnya, tulang rahang, atau penjalaran infeksi melalui pembuluh darah dimana salah satu risiko yang ditakutkan adalah terjadinya tetanus dan infeksi pada jantung.
dimana bila terjadi penumpukan lendir dalam rongga sinus akan mengakibatkan sinusitis
perjalanan sinusitis dentogen ini dimulai dari kerusakan gigi akibat gigi yang tidak dirawat dengan baik sehingga mengakibatkan terjadinya infeksi. Infeksi yang tidak ditangani menyebabkan penyebaran infeksi, dan sinus maksilaris merupakan salah satu tempat penyebaran karena letaknya sedikit di atas gigi. Bila tak ditemukan penyebab keluhan sinusitis saat  pasien yang datang ke dokter THT, maka dokter THT akan merujuk pasien ke dokter gigi. Sebaliknya bila pasien datang dengan keluhan pusing dan hidung buntu ke dokter gigi, maka dokter gigi juga akan merujuk pasien ke dokter THT.
Salah satu cara untuk menyembuhkan sinusitis yang berasal dari gigi adalah merawat gigi yang berlubang tersebut

Untuk menghindari sinusitis maksilaris kita rajin membersihkan gigi dengan baik. Melakukan kontrol gigi rutin setiap 6 bulan. Melakukan perawatan gigi dengan baik, tambal yang berlubang. Dan yang terakhir adalah mengubah gaya hidup dan kebiasaan yang memicu terjadinya sinusitis seperti udara malam, konsumsi rokok, kopi.


                                                                                Sumber dari Kegiatan PKRS
                                                                                      drg.Tika Prana Pramita Sp.KG










Kamis, 22 Februari 2018


Pendampingan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja


     Pada tanggal 20 Februari 2018 Itjen Kemenkes RI melakukan Pendampingan Penyusunan Laporan Akuntanbilitas Kinerja.

Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah :
1.     Membantu penyelenggaraan sistem akuntabilitas kinerja pemerintah
2.     Memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi keandalan dan keabsahan data / informasi laporan kinerja instansi pemerintah sehingga dapat menghasilkan laporan kinerja  yang berkualitas.
3.     Apabila di temukan kelemahan dan kesalahan penyajian data / informasi laporan kinerja maka unit segera  melakukan perbaikan atau koreksi secara berjenjang.





Minggu, 18 Februari 2018

Peringatan Dalam Rangka Hari Kanker Anak Sedunia


Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 15 Februari, RSUP Fatmawati mengadakan Kegiatan Donor Darah yang diikuti oleh Jajaran Direksi RSUP Fatmawati, Karyawan/ti dan pengunjung bertempat di UTDRS RSUP Fatmawati Acara dimulai Pkl. 09.00 – Selesai. Selain itu RSUP Fatmawati bekerjasama dengan YKAKI mengadakan  acara menghibur pasien Kanker Anak yang sedang dirawat di Gedung Perawatan dengan mendatangkan maskot YKAKI yaitu boneka KAKA KIKI serta memberikan hiburan lainnya seperti Story Telling, bernyanyi bersama yang diadakan pada hari kamis, 15 Februari  2018 bertempat di Lobby Gedung Perawatan Teratai Lantai III, acara  di mulai pukul 13.00 WIB.

Pada tahun ini YKAKI mengusung tema “ Berani Gundul” acara ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada pasien kanker yang sedang menjalani perawatan.
                                                                      

           


         



Senin, 05 Februari 2018

PELUNCURAN SIDUKUN 3 in 1
Pelayanan Terintegrasi Dokumen Kependudukan 3 Instansi
(Dukcapil, Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan) dalam 1 loket pelayanan
(loket pelayanan Persalinan di Rumah Sakit)

   Jakarta, tanggal 2 Februari 2018 Pemprov DKI Jakarta meresmikan layanan sistem Integrasi Kependudukan yang bertempat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan Jakarta Pusat, layanan ini di kembangkan untuk sistem dokumen kependudukan terintegrasi bersamaan dengan layanan persalinan di rumah sakit dan kepesertaan BPJS kesehatan, tiga instansi berada dalam satu loket Sistem Informasi Kependudukan yang bernama SI DUKUN 3 in 1.
Maksud dan tujuan pelayanan ini adalah salah upaya pemerintah untuk memberikan hak sipil anak di ikuti jaminan sosial bagi penduduk seperti jaminan kesehatan, jaminan status kependudukan yaitu aspek legalitas dan aspek identitas.

Pelayanan SI DUKUN 3 in 1 ini akan terus di kembangkan di semua RSUD tipe D dan rumah sakit swasta serta rumah sakit pusat ( vertikal ) seperti RSUP Fatmawati.
         









Kamis, 01 Februari 2018



KEGIATAN SHOLAT GERHANA DI RSUP FATMAWATI

      Jakarta, 31 Februari 2018 tepatnya di Masjid Nurul Afiah RSUP Fatmawati, DKM masjid mengadakan kegiatan Sholat Khusuf atau Solat Gerhana yang dimulai setelah sholat Isya berjamaah.
Sebagai Khotib acara tersebut yaitu Dr. Mochammad Syafak Hanung, Sp.A, MPH selaku Durektur Utama RSUP Fatmawati dan  imamnya adalah Ustadz Misbahul Munir, SQ.
Kegiatan diikuti oleh karyawan dan karyawati serta pengunjung dan penunggu pasien.