Selasa, 18 Oktober 2016




Seminar Keperawatan RSUP Fatmawati 
 
      RSUP Fatmawati bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia mengadakan Seminar dengan tema “Pelayanan Komprehensif Psikososial di Rumah Sakit” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Oktober 2016 di Ruang Soejoto. Seminar ini dibuka oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati, Dr. Chamim, Sp.OG, K-Onk. Sebagai pembicara pada seminar ini adalah Prof. DR. Budi Ana Keliat, MappSc (Guru Besar FIK UI), Sugih Asih, S.Kp, M.Kep (Kepala Bidang Keperawatan RSUP Fatmawati), Ns. Endang Widuri, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.J (Ketua Sub Mutu Komite Keperawatan RSUP Fatmawati) dan Ns. Evin Novianti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kep J.
    Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat khususnya yang bertugas di lingkungan rumah sakit umum dalam menerapkan asuhan psikososial pada pasien dengan masalah fisik.
    Dalam seminar ini dipaparkan mengenai Kebijakan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit Umum dalam menangani masalah psikososial pasien, Deteksi masalah psikososial pada pasien dengan penyakit fisik dan Manajemen Stress



Kamis, 13 Oktober 2016



GAGAL GINJAL KRONIK

Apa yang dimaksud dengan Gagal Ginjal Kronik ?
Gagal Ginjal Kronik adalah kerusakan ginjal yang sudah terjadi menahun (sejak Lama),sehingga ginjal tidak mampu lagi melakukan fungsinya.

Bagaimana Gejala Gagal Ginjal Kronik?
1.       Kurang nafsu makan,mual dan muntah
2.       Pembengkakan tangan,kaki,wajah dan sekitar mata
3.       Pucat,letih,lemas dan lesu karena anemia atau kurang darah
4.       Pada awal penyakit,penderita sering kencing,namun seiring bertambah parahnya penyakit,kencing justru berkurang
5.       Kulit gatal-gatal
6.       Sesak nafas

Apa yang dimaksud dengan tindakan Hemodialisa?
Hemodialisa atau cuci darah adalah tindakan untuk membersihkan darah dari  zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh melalui proses penyaringan diluar  tubuh dengan menggunakan mesin dialysis sebagai pengganti ginjal.

Proses Hemodialisa:
·         Darah dialirkan dari dalam tubuh lewat selang cuci darah masuk kedalam tabung ginjal buatan.
·         Didalam tabung tersebut,darah disaring dan zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh akan dibuang.
·         Darah yang sudah bersih masuk kembali kedalam tubuh lewat selang cuci darah yang lain.

Pengaturan Diet bagi PenderitaGagal Ginjal Kronik:
Karena ginjal telah rusak,maka sebaiknya batasi:
·         Asupan cairan
·         Asupan garam
·         Konsumsi buah –buahan.




KONSULTASIKAN  penyakit ginjal anda sedini mungkin di:
Poliklinik Penyakit DalamRSUP Fatmawati
Telp.(021)7501524,7660552
Ext.1355 (Rawat Jalan)
Ext.4015 (Eksekutif Griya Husada)

Rabu, 05 Oktober 2016

KEHILANGAN GIGI ………. PERLUKAH GIGI TIRUAN ?

GIGI TIRUAN LENGKAP
Permasalahan kehilangan gigi bukanlah merupakan masalah yang hanya dijumpai  pada golongan usia tua / lanjut senja. Dengan banyaknya kasus kecelakaan, pola makan makanan yang manis dan lengket serta banyaknya ditemukan  kasus keganasan ( tumor ) rongga mulut, maka permasalahan kehilangan gigi banyak ditemukan  pada golongan usia muda bahkan pada anak-anak,

Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh :
1.      Tidak adanya benih gigi
2.      Kerusakan gigi yang tidak dapat dirawat lagi
3.      Kerusakan jaringan penyangga gigi
4.      Kecelakaan ( lalu lintas atau pekerjaan )
5.      Penyakit keganasan rongga mulut ( tumor )
6.      Akibat karena alasan tertentu ( mal posisi, perawatan orthodonsi )

GIGI TIRUAN SEBAGIA
Akibat kehilangan gigi anterior, biasanya penderita akan merasa malu karena terganggu penampilannya. Dan bila kehilangan gigi posterior yang cukup banyak, penderita akan mengalami kesulitan mengunyah dan langsung menelan  makanan yang kurang halus. kedua kondisi ini yang menyebabkan penderita cepat mencari pertolongan untuk membuat gigi tiruan.




Tujuan pembuatan gigi  tiruan sebenarnya lebih luas dan intinya yaitu :
1.      Memperbaiki fungsi pengunyahan, sehingga penderita dapat mengunyah dan           menelan makanan yang lebih halus
2.      Memperbaiki fungsi esthetis, biasanya pada kasus kehilangan gigi anterior
3.      Memperbaiki fungsi bicara, dengan adanya gigi tiruan maka bunyi yang dihasilkan   menjadi jelas
4.      Menghindari kerusakan lebih lanjut, ada 2 akibat dari kehilangan  terhadap        susunan gigi geligi:
    a.      Gigi antogonisinya akan memanjang untuk mencari kontak
    b.      Gigi sebelahnya akan bergeser miring dan sedikit terputar

Keempat tujuan pembuatan gigi tiruan ini pada akhirnya dapat  memperbaiki kualitas hidup penderitanya. 

Akankan kita biarkan keadaan tidak bergigi di mulut kita ???


KONSULTASIKAN penyakit gigi Anda sedini mungkin di :
Poliklinik Gigi RSUP Fatmawati
Telp.(021)7501524,7660552
Ext.1361 (Rawat Jalan)

Ext.1557 (Eksekutif Griya Husada)

Senin, 03 Oktober 2016

TRIENNIAL SURVEY AKREDITASI INTERNASIONAL JCI

Triennial Survey Akreditasi Internasional Rumah Sakit dari Joint Commission International (JCI) adalah evaluasi tiga tahunan untuk menilai kelayakan RS mempertahankan status Akreditasi dari JCI. Triennial Survey JCI di RSUP Fatmawati berlangsung selama 5 hari, dari tangal 26 – 30 September 2016.


Tim Surveyor dari JCI adalah :

1.    Steven A. Matarelli, PhD., RN (Team Leader – Nurse Surveyor)
2.    Pongtorn Kietdumrongwong, MD, FRCST, FRCPT (Physician Surveyor)
3.    Monika Bedi, BDS, MHA (Administration Surveyor)
4.    Julie McCaughan, RN (Clinicial Surveyor)


Setiap harinya, Tim Surveyor melakukan tracer lapangan keseluruh unit pelayanan RSUP Fatmawati, melakukan review rekam medic pasien, interview dengan Dewan Pengawas, Direktur Utama dan para Direksi RS maupun dengan beberapa Dokter dan staf RS.
Beberapa temuan langsung diinformasikan kepada jajaran manajemen, Kepala Satker dan Ketua KSM melalui acara Daily Debriefing setiap pagi agar dapat segera ditindak lanjuti dan diperbaiki oleh satker terkait.

Tujuan dari penilaian JCI ini adalah agar Rumah Sakit melakukan pelayanan sesuai dengan semua standar mutu internasional sehingga dapat menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Selain itu, dengan melakukan pelayanan sesuai standar JCI akan dapat melindungi staf RS dari tuntutan hukum.
Keputusan akhir kelulusan akan dikeluarkan secara resmi oleh Kantor Pusat Joint Commission International di Chicago, AS dalam waktu 10 hari kerja.
FATMAWATI PASTI BISA! YES… YES… YES!!