Senin, 19 Januari 2015

Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia di RSUP Fatmawati


JAKARTA, 15 Januari 2015 – sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan layanan excellent terpadu 2019, kegiatan Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia sesuai dengan salah satu misi RSUP Fatmawati yaitu memberikan pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang berkualitas dan terintegrasi. RSUP Fatmawati Jakarta sebagai Rumah Sakit Vertikal Kemenkes RI terbukti telah berhasil membuat kegiatan sosial yang bekerja sama dengan Yayasan Aura Kinasih dan GanarArt.

Penyakit kanker bukanlah di luar kemampuan kita. Penyakit ini dapat dicegah, dideteksi secara dini, diobati atau dikontrol dengan baik dengan pengobatan yang benar. Dan pasien kanker berhak mendapat kuallitas hidup yang baik. Karena banyaknya informasi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kanker diobati dengan menggunakan pengobatan alternatif dan baru datang ke pusat pelayanan kesehatan setelah terlambat. Oleh karena itu RSUP Fatmawati menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi mengenai kanker kepada pasien dan keluarga pasien anak.

Adapun rangkaian susunan acara peringatan hari kanker anak sedunia ini adalah pembukaan dan pemberian sambutan oleh Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. Lia Gardenia Partakusuma, SpPK (K), MM, MARS. Beliau mengungkapkan mengenai pentingnya semangat dari dalam diri untuk membantu proses penyembuhan.

Berikutnya adalah pemberian edukasi mengenai penyebab maupun penanggulangan kanker pada anak yang disampaikan oleh Dr. Sri Enggar Sp. A. Setelah menyampaikan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta cukup antusias dalam memberikan pertanyaan.

Acara dilanjutkan dengan kegiatan hiburan yang dilakukan oleh GanarArt. Pasien anak diarahkan untuk melukis gambar-gambar menarik di atas kaos dan bisa dimiliki. Sambil melukis di atas kaos, pasien dan keluarga pasien bisa menikmati lantunan lagu dan cerita anak yang dibawakan oleh Yayasan Aura Kinasih. Bingkisan berupa boneka dan alat-alat sekolah yang telah disiapkan pun diberikan kepada masing-masing pasien anak yang saat ini dirawat di IRNA Teratai lantai 3.

Acara peringatan hari kanker anak sedunia ini dihadiri oleh Direksi, manajemen IRNA Teratai, pasien dan keluarga pasien IRNA Teratai lantai 3, Yayasan Aura Kinasih, GanarArt, dan diliput oleh beberapa media yaitu TV Berita Satu, majalah HealthyLife, Tempo, dan Media Indonesia. Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah (IPH/RSF)

Senin, 29 Desember 2014

Dalam Rangka Hari Ibu RSUP Fatmawati Mengadakan Screening dan Edukasi Kanker Serviks di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan



Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, pada Peringatan Hari Ibu 22 Desember 2014, RSUP Fatmawati menyelenggarakan kegiatan screening dan edukasi tentang Ca Cervix di Puskesmas. Data morbiditas kanker rawat jalan RSUP Fatmawati menunjukkan bahwa jumlah kasus baru ca cervix tahun 2012 adalah sebanyak 101, tahun 2013 sebanyak 146 dan tahun 2014 (Januari s/d November) sebanyak 229 kasus baru Ca Cervix.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga dianggap penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang ca cervix melalui edukasi dan pentingnya deteksi dini melalui screening




Adapun susunan acaranya adalah Pembukaan oleh Drg. Endah Rochmini, MARS. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan, Drg. Endah Kartika Dewi. 




Setelah pembukaan dan sambutan, masuk ke acara inti yaitu pemberian materi kanker serviks yang dibawakan oleh dr. Chamim, Sp.OG, K-Onk. Peserta kegiatan PKRS eksternal ini berjumlah 30 orang. Acara selanjutnya adalah pemeriksaan IVA oleh Dr. Aditya Angga, SpOg dengan bidan Anne dan Elly dengan peserta 20 orang. (IPH/RSF)



RSUP Fatmawati Memperingati Hari Anti Korupsi Tema “Sehat Tanpa Korupsi”



Tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi. Sesuai dengan tema dari Kementrian Kesehatan, Hari Anti Korupsi kali ini mengangkat Sehat Tanpa Korupsi”. Tema ini mengandung arti bahwa Kemenkes bersemangat menyehatkan bangsa Indonesia, bekerja sepenuh hati tanpa korupsi.




tema “
Mengingat pentingnya hal tersebut RSUP Fatmawati turut memperingati Hari Anti Korupsi pada hari Selasa, 9 Desember 2014. Yang menjadi panitia pelaksana kegiatan Hari Anti Korupsi adalah Satuan Pemeriksa Intern (SPI). Peserta dari peringatan Hari Anti Korupsi adalah karyawan/karyawati RSUP Fatmawati. Peringatan ini bertujuan untuk menjaga komitmen karyawan untuk menjauhi tindakan atau perilaku korupsi.
Rangkaian acara peringatan Hari Anti Korupsi diawali dengan laporan dari Ibu Ns. Rini Makarti, S.Kep sebagai ketua panitia pelaksana. Berikutnya adalah sambutan dari Direktur Keuangan RSUP Fatmawati, Ibu Nurhayati, SE. MARS.
Acara dilanjutkan dengan mendengarkan lagu Anti Korupsi yang dibawakan oleh Tim Pencinta Alam Fatmawati (Palafa). Penandatanganan Komitmen Anti Korupsi pun dilakukan oleh Direksi dan para pejabat struktural RSUP Fatmawati.
Acara pun ditutup dengan teatrikal dari tim Palafa ke 3 zona di lingkungan RSUP Fatmawati dengan membawa pigura penandatanganan komitmen anti korupsi. Zona yang dikunjungi adalah (1) wilayah Gedung Induk, (2)  wilayah IRJ lantai 1, dan (3) wilayah Rawat Inap Gedung Prof. Solarto lantai 1 dan Gedung Teratai lantai 1. (IPH/RSF)

Rabu, 12 November 2014

SEMINAR GANGGUAN EFFECTIVE BIPOLAR!

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-50

HADIRILAH!!
Seminar Gangguan Affective Bipolar

Hari, tgl : Sabtu, 15 November 2014
Waktu : 13.00 - 14.00
Tempat : Stage Pameran

Dengan pembicara Dr. Ika Sri Nurtantri, SpKJ

Jumat, 31 Oktober 2014

RSUP Fatmawati Anti Korupsi

Dukung RSUP Fatmawati menjadi wilayah bebas korupsi sebagai GOOD CORPORATE GOVERNANCE. Laporkan segala bentuk Korupsi dan Percaloan ke Instalasi Pemasaran dan Humas 0812 199 34 999


Banyak atau sedikit tetap saja namanya korupsi. RSUP Fatmawati menerapkan kebijakan sistem pelaporan pelanggan (Whistleblowing System Policy) 

Perawatan Pasien Stroke di Rumah

29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia. Kenali stroke, waspadai faktor risikonya. Berikut ada beberapa informasi mengenai stroke dan bagaimana merawat pasien stroke di rumah.

Apa itu stroke? 
Stroke adalah serangan otak yang timbul mendadak, dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh akibat dari gangguan aliran darah yang disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak sehingga sel otak kekurangan darah, oksigen dan makanan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel-sel ota.


 
Mengenal Stroke dengan FAST
Face : Wajah terlihat tidak simetris, senyum tidak simetris 
Arm : Tangan lemah/lumpuh 
Speech : sulit berbicara 
Time : cari pertolongan

Gejala yg lazim dialami oleh pasien stroke : 
1. Kelemahan/kelumpuhan wajah dan/ anggota badan satu sisi atau dua sisi
2. Rasa baal pada wajah dan/ anggota badan satu sisi atau dua sisi 
3. Gangguan bicara ; pelo, gangguan bahasa atau keduanya
4. Gangguan daya ingat/memori (amnesia) 
5. Gangguan orientasi tempat, waktu dan orang 
6. Gangguan penglihatan/dobel
7. Gangguan keseimbangan; vertigo, sempoyongan 
8. Gangguan menelan makanan dan/ cairan 
 9. Nyeri kepala dan / disertai penurunan kesadaran

Faktor resiko stroke yang tidak dapat diobati : 
1. usia 
2. jenis kelamin 
3. ras 
4. faktor keturunan

Faktor resiko yg dapat diubah/diobati 
1. Hipertensi 
2. Diabetes Mellitus 
3. Penyakit Jantung 
4. Merokok 
5. Kolesterol tinggi
6. Darah kental 
7. Obesitas 
8. Kurang berolahraga 
9. Stress berkepanjangan

Cara mencegah stroke 
1. Mengendalikan faktor resiko seperti hipertensi, diabetus mellitus, sakit jantung, obesitas, dll
2. Menjalani cara hidup yg bebas resiko terkena stroke; menghindari pola makan berlemak, stop merokok, olah raga teratur, menghindari stress





Berikut adalah hal yang harus dilakukan keluarga setelah pasien keluar RS :
1. berhati-hati berbicara dengan pasien stroke, karena kondisi kecacatan pasien menyebabkan mereka depresi
2. Melanjutkan terapi fisik yg dilakukan RS jgn terburu2 menuntut pasien, biarkan pasien beradaptasi dahulu dgn lingkungan rumah
3. selalu dampingi pasien untuk menghindarinya dari bahaya
4. Bantu pasien dlm memenuhi kebutuhan yg sulit dilakukan pasien sendiri, misalnya kesulitan dlm menelan makanan dan mengontrol BAB & BAK
5. Keluarga harus mengetahui tentang layanan kesehatan yang dapat memberikan bantuan (perawat , fisioterapi, terapi wicara&petugas sosial)
6. Membuat catatan harian sederhana berisi rincian obat pasien dan waktu kontrol