Rabu, 22 Juni 2016



GAGAL JANTUNG

    Gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Dalam hal ini, jantung tidak berhenti bekerja (cardiac arrest), melainkan tetap bekerja tetapi tidak optimal. Penyebab adanya gagal jantung, yaitu : penyakit jantung koroner, gangguan ritme jantung, gangguan otot jantung (kardiomiopati), kerusakan pada katup jantung, hipertensi, anemia (kekurangan sel darah merah), cacat jantung sejak lahir, diabetes dan lain – lain.
Tanda dan gejala gagal jantung :
A.    Gagal Jantung Kiri :
·         Badan lemah.
·         Mudah lelah.
·         Dada berdebar.
·         Sesak napas (penumpukkan cairan di paru - paru).
·         Gelisah.
·         Tidak nafsu makan.
·         Berkeringat dingin.

B.    Gagal Jantung Kanan :
·         Bengkak pada kaki (tumit dan tungkai bawah).
·         Bengkak pada perut.
·         Pembesaran hati (teraba lunak dan nyeri apabila ditekan).
·         Mual dan muntah.
·         Sering buang air kecil pada malam hari.
Penanganan Gagal Jantung :
v  Konsumsi obat
      Misalnya : furosemid, bisoprolol, captopril, spironolactone, candesartan, digoxin.
¢  Operasi
      - operasy bypass atau angioplasty.
      - operasi katup jantung.
      - operasi transplantasi jantung.
v  Selain obat dan operasi, juga di dukung dengan makanan sehat, berolahraga, dan rutin memeriksakan diri ke Rumah Sakit.

Pencegahan Gagal Jantung :
¢  Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi
¢  Menghindari asupan garam yang berlebihan
¢  Menjaga berat badan
¢  Berhenti merokok
¢  Menghindari konsumsi minuman beralkohol
¢  Berolahraga secara teratur
¢  Menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah pada batas sehat

Selasa, 21 Juni 2016



ACARA BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM DAN PISAH SAMBUT DEWAN PENGAWAS RSUP FATMAWATI

Tanggal 21 Juni 2016,RSUP Fatmawati telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan anak yatim dan seluruh karyawan RSUP Fatmawati serta pisah sambut dewan pengawas yang bertempat di Masjid Nurul Afiyah.
Acara ini didahului dengan sambutan Direktur Medik dan Keperawatan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof.Dr.dr.Ahmad Djojosugito,Sp.OT (Ketua dewan pengawas lama) dan sambutan Drs.Herry Purnomo (Ketua dewan pengawas baru).Diacara tersebut juga diadakan pemberian santunan kepada anak yatim,ceramah,sholat maghrib berjama’ah dan buka bersama dengan seluruh karyawan RSUP Fatmawati

 






Rabu, 01 Juni 2016



FGD KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Kementerian Kesehatan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) diruang H.E Tardan,Gedung R.Soehasim (G.Induk) lantai 3.Acara ini dibuka oleh Direktur Umum,SDM dan Pendidikan dan dihadiri oleh ketua Komite/KSM,Kepala bidang/Bagian,Kepala Instalasi satuan kerja dan Para Pelanggan RSUP Fatmawati.





Minggu, 29 Mei 2016




PENCEGAHAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA USIA LANJUT

Menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan – lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994). Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 1999, lansia digolongkan berdasarkan usia kronologis/biologis, yaitu :
a.      Usia pertengahan (middle age) : usia 45 tahun – 59 tahun.
b.      Lanjut usia (elderly) : usia 60 tahun dan 74 tahun.
c.       Lanjut usia tua (old) : usia 75 tahun – 90 tahun.
d.      Usia sangat tua (very old) : diatas 90 tahun. 
Masalah terbesar lansia adalah penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif mulai meningkat, salah satunya adalah penyakit jantung dan stroke. Penyakit Jantung Koroner merupakan penyakit dimana jantung tidak dapat berfungsi karena otot jantung rusak akibat kekurangan pasokan oksigen.
Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner adalah berasal dari faktor genetik, usia, jenis kelamin, ras dan post menopause

Tanda dan gejala serangan jantung, antara lain :
1.      Angina (sakit/nyeri dada).
2.      Sesak, mual, muntah atau berkeringat.
Cara pencegahan Penyakit Jantung Koroner adalah dengan :
1.      Mengontrol dan minum obat hipertensi secara teratur.
2.      Mengurangi kelebihan berat badan.
3.      Hindari merokok.
4.      Mengontrol dan minum obat diabetes secara rutin.
5.      Konsumsi banyak sayur dan buah.
6.      Mengurangi kadar lemak dalam darah.
7.      Olah raga secara teratur.
8.      Hindari stress.