Kamis, 21 Februari 2019

KANKER PADA ANAK


Oleh : Perawat Rawat Inap – Instalasi Teratai RSUP Fatmawati

APA ITU KANKER ?
Kanker adalah suatu kondisi dimana pertumbuhan sel yang abnormal, cepat dan tidak terkendali.
Sel sel kanker tersebut akan terus membelah (multiplikasi) tanpa mengikuti faal (fungsi) tubuh normal.

APAKAH KANKER PADA ANAK BISA DICEGAH ?
Kanker pada anak berbeda dari kanker pada orang dewasa.
Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak TIDAK.

JENIS KANKER PADA ANAK
1.   LEUKEMIA
Gejala :
1.   Pucat.
2.   Demam tanpa sebab yang jelas.
3.   Perdarahan kulit.
4.   Nyeri tulang.
5.   Lesu.
2.   RETINOBLASTOMA
Gejala :
1.   Mata juling.
2.   Manik mata putih.
3.   Mata merah.
4.   Kornea mata membesar.
5.   Peradangan jaringan bola mata.
6.   Penglihatan buram.
3.   NEUROBLASTOMA
Gejala :
a.    Kebiruan sekitar mata.
b.    Benjolan di perut.
4.   LIMFOMA MALIGNA
Gejala :
v Benjolan lebih 2 cm tanpa rasa nyeri dan cepat membesar.
v Sesak nafas.
v Demam.
v Lemah dan lesu.
5.   OSTEOSARKOMA
Gejala :
·      Nyeri tulang (malam hari) setelah aktifitas.
·      Pembengkakan, kemerahan, teraba hangat di lokasi nyeri.
·      Patah tulang setelah aktifitas rutin bahkan tanpa trauma.
·      Gerakan terbatas pada bagian yang terkena kanker.
6.   KARSINOMA NASOFARING
Gejala Nasofaring :
-          Ingus campur darah.
-          Mimisan.
-          Hidung tersumbat.
Gejala Telinga :
-          Telinga terasa penuh.
-          Berdengung.
-          Nyeri telinga.
Gejala Mata dan Saraf : Penglihatan ganda.
Pembesaran Kelenjar Getah Bening di Leher

DIMANAKAH UNTUK DETEKSI DINI KANKER PADA ANAK ?
Jangan tunda. Bawa anak ke :
  1. Bidan Desa
  2. Posyandu
  3. Puskesmas
  4. Rumah Sakit

Bila dicurigai kanker pada anak dapat dirujuk ke :
       Rumah Sakit.
       Rumah Sakit Spesialis.

MENINGITIS (RADANG SELAPUT OTAK)


Oleh : Perawat Rawat Jalan Eksekutif Griya Husada – Instalasi Rawat Jalan
 RSUP Fatmawati

APA ITU MENINGITIS (RADANG SELAPUT OTAK) ?
Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Hal ini paling sering disebabkan oleh virus namun dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. Beberapa tanda klasik radang selaput otak, termasuk sakit kepala, demam dan leher kaku.

TANDA DAN GEJALA MENINGITIS
1.   Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak – anak.
2.   Perubahan kondisi mental, seperti kebingungan.
3.   Mual dan muntah.
4.   Sensitif terhadap cahaya.
5.   Sakit kepala parah.
6.   Leher kaku.
7.   Sering pingsan.

FAKTOR – FAKTOR RESIKO MENINGITIS
·      Tidak melakukan vaksinasi meningitis.
·      Sebagian besar kasus meningitis viral terjadi pada anak berusia lebih muda dari 5 tahun.
·      Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
·      Orang yang baru aja menjalani transplantasi sumsum tulang.
·      Diabetes.
·      Hamil. Jika Anda sedang hamil, Anda meningkatkan risiko tertular listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan meningitis).

PENGOBATAN MENINGITIS
v Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu untuk infeksi dan sembuh dengan sendirinya.
v Untuk infeksi bakteri, pasien mungkin memerlukan perawatan di Rumah Sakit agar dapat dipantau oleh dokter dan perawat.
v Pengobatan biasa, termasuk terapi antibiotik intravena, minum banyak cairan dan istirahat. Antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri radang selaput otak. Antibiotik tidak dapat mengobati meningitis viral. Obat antivirus dapat diberikan kepada orang – orang dengan herpes meningitis.

APA SAJA TES YANG BIASA DILAKUKAN UNTUK MENINGITIS ?
Dokter membuat diagnosis dengan mencari bakteri dalam sampel cairan tulang belakang. Dokter mendapatkan cairan dengan melakukan pungsi lumbal. Sebuah jarum dimasukkan ke bagian punggung bawah dimana cairan dalam kanal tulang belakang dapat diambil. Dokter juga dapat melakukan tes darah dan rontgen pada otak.

PENGOBATAN MENINGITIS DI RUMAH
1.   Memahami pentingnya meningitis bakteri. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan perawatan segera.
2.   Hati – hati dalam mencuci tangan, penting agar dapat menghindari paparan agen infeksi.
3.   Jika Anda sedang hamil, harus menggunakan makanan yang telah dimasak dengan cermat. Juga menghindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

SOSIALISASI MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN RS "WASPADA DEMAM BERDARAH DENGUE"


Awal tahun 2019, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah kembali di berbagai wilayah dii Indonesia, termasuk di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya. DBD adalah demam yang diikuti dengan perdarahan di bawah kulit, selaput hidung dan lambung. Virus DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dengan ciri – ciri berwarna belang hitam dan putih.
RSUP Fatmawati telah merawat pasien DBD sebanyak 71 orang selama bulan Januari 2019. Selain penanganan secara kuratif, RSUP Fatmawati juga melaksanakan peran promotif dan preventif dalam penanggulangan penyakit DBD. Kegiatan yang telah dilakukan, antara lain :
1.   Pengendalian jentik dan hama (serangga, tikus dan binatang pengganggu lainnya) yang dilakukan setiap hari oleh petugas sanitasi RS.
2.   Fogging/pengasapan yang dilakukan secara rutin setiap hari Jum’at 2 minggu sekali di lingkungan RS.
3.   Penyuluhan kesehatan kepada pasien, keluarga serta pelanggan lainnya melalui kegiatan PKRS Internal yang dilakukan di ruang tunggu pasien dengan narasumber perawat dengan menjelaskan tentang gejala penyakit DBD, penanganan awal pasien DBD serta cara pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.
4.   Penyuluhan kepada pengawas petugas cleaning service dan pest control serta karyawan vendor lainnya yang bekerjasama dengan RSUP Fatmawati.
Pada tanggal 29 Januari 2019 pukul 08.00 – 10.00 WIB telah dilakukan kegiatan Gerebek Jentik dengan mendatangkan petugas dari Kelurahan Cilandak Barat. Kegiatan Gerebek Jentik dilakukan di seluruh gedung dan halaman RSUP Fatmawati.
            Dengan dilakukannya upaya promotif dan preventif untuk mencegah dan menanggulangi penyakit DBD, dengan cara memberikan pengetahuan dan membangun kesadaran masyarakat tentang cara pencegahan DBD, diharapkan dapat mengurangi kasus DBD dan dapat meningkatkan derajat hidup masyarakat pada umumnya.