Selasa, 18 Oktober 2016



Round Table Discussion Sistem Rujukan di Era Digital

       RSUP Fatmawati mengadakan Round Table Discussion mengenai “Sistem Rujukan di Era Digital” pada hari Selasa, 18 Oktober 2017 yang dihadiri oleh jejaring fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta Selatan, Depok dan Tangerang. Round Table  ini juga sekaligus workshop untuk mensosialisasikan system rujukan berbasis Teknologi Informasi yang disebut dengan SISRUTE (Sistem Rujukan Terintegrasi)  dengan Narasumber Direktur Utama RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Sulawesi Selatan, Dr.dr. Khalid Saleh, Sp.PD-KKV, FINASIM, MARS dan timnya. Tujuan dari SISRUTE ini adalah terintegrasinya system informasi rujukan pasien pada seluruh jejaring, terwujudnya percepatan pelayanan rujukan dan adanya regulasi dari Kementerian Kesehatan. Menurut pengalaman RSWS, beberapa kendala dalam pengembangan SISRUTE dapat diatasi dengan komunikasi yang intens serta komitmen dari Pimpinan dan Staf Rumah Sakit. Melalui Workshop ini diharapkan dalam waktu dekat SISRUTE dapat diterapkan di RSUP Fatmawati serta jejaringnya agar system rujukan dapat berjalan lebih lancar dan cepat.











Seminar Keperawatan RSUP Fatmawati 
 
      RSUP Fatmawati bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia mengadakan Seminar dengan tema “Pelayanan Komprehensif Psikososial di Rumah Sakit” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Oktober 2016 di Ruang Soejoto. Seminar ini dibuka oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati, Dr. Chamim, Sp.OG, K-Onk. Sebagai pembicara pada seminar ini adalah Prof. DR. Budi Ana Keliat, MappSc (Guru Besar FIK UI), Sugih Asih, S.Kp, M.Kep (Kepala Bidang Keperawatan RSUP Fatmawati), Ns. Endang Widuri, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.J (Ketua Sub Mutu Komite Keperawatan RSUP Fatmawati) dan Ns. Evin Novianti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kep J.
    Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat khususnya yang bertugas di lingkungan rumah sakit umum dalam menerapkan asuhan psikososial pada pasien dengan masalah fisik.
    Dalam seminar ini dipaparkan mengenai Kebijakan Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit Umum dalam menangani masalah psikososial pasien, Deteksi masalah psikososial pada pasien dengan penyakit fisik dan Manajemen Stress



Kamis, 13 Oktober 2016



GAGAL GINJAL KRONIK

Apa yang dimaksud dengan Gagal Ginjal Kronik ?
Gagal Ginjal Kronik adalah kerusakan ginjal yang sudah terjadi menahun (sejak Lama),sehingga ginjal tidak mampu lagi melakukan fungsinya.

Bagaimana Gejala Gagal Ginjal Kronik?
1.       Kurang nafsu makan,mual dan muntah
2.       Pembengkakan tangan,kaki,wajah dan sekitar mata
3.       Pucat,letih,lemas dan lesu karena anemia atau kurang darah
4.       Pada awal penyakit,penderita sering kencing,namun seiring bertambah parahnya penyakit,kencing justru berkurang
5.       Kulit gatal-gatal
6.       Sesak nafas

Apa yang dimaksud dengan tindakan Hemodialisa?
Hemodialisa atau cuci darah adalah tindakan untuk membersihkan darah dari  zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh melalui proses penyaringan diluar  tubuh dengan menggunakan mesin dialysis sebagai pengganti ginjal.

Proses Hemodialisa:
·         Darah dialirkan dari dalam tubuh lewat selang cuci darah masuk kedalam tabung ginjal buatan.
·         Didalam tabung tersebut,darah disaring dan zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh akan dibuang.
·         Darah yang sudah bersih masuk kembali kedalam tubuh lewat selang cuci darah yang lain.

Pengaturan Diet bagi PenderitaGagal Ginjal Kronik:
Karena ginjal telah rusak,maka sebaiknya batasi:
·         Asupan cairan
·         Asupan garam
·         Konsumsi buah –buahan.




KONSULTASIKAN  penyakit ginjal anda sedini mungkin di:
Poliklinik Penyakit DalamRSUP Fatmawati
Telp.(021)7501524,7660552
Ext.1355 (Rawat Jalan)
Ext.4015 (Eksekutif Griya Husada)

Rabu, 05 Oktober 2016

KEHILANGAN GIGI ………. PERLUKAH GIGI TIRUAN ?

GIGI TIRUAN LENGKAP
Permasalahan kehilangan gigi bukanlah merupakan masalah yang hanya dijumpai  pada golongan usia tua / lanjut senja. Dengan banyaknya kasus kecelakaan, pola makan makanan yang manis dan lengket serta banyaknya ditemukan  kasus keganasan ( tumor ) rongga mulut, maka permasalahan kehilangan gigi banyak ditemukan  pada golongan usia muda bahkan pada anak-anak,

Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh :
1.      Tidak adanya benih gigi
2.      Kerusakan gigi yang tidak dapat dirawat lagi
3.      Kerusakan jaringan penyangga gigi
4.      Kecelakaan ( lalu lintas atau pekerjaan )
5.      Penyakit keganasan rongga mulut ( tumor )
6.      Akibat karena alasan tertentu ( mal posisi, perawatan orthodonsi )

GIGI TIRUAN SEBAGIA
Akibat kehilangan gigi anterior, biasanya penderita akan merasa malu karena terganggu penampilannya. Dan bila kehilangan gigi posterior yang cukup banyak, penderita akan mengalami kesulitan mengunyah dan langsung menelan  makanan yang kurang halus. kedua kondisi ini yang menyebabkan penderita cepat mencari pertolongan untuk membuat gigi tiruan.




Tujuan pembuatan gigi  tiruan sebenarnya lebih luas dan intinya yaitu :
1.      Memperbaiki fungsi pengunyahan, sehingga penderita dapat mengunyah dan           menelan makanan yang lebih halus
2.      Memperbaiki fungsi esthetis, biasanya pada kasus kehilangan gigi anterior
3.      Memperbaiki fungsi bicara, dengan adanya gigi tiruan maka bunyi yang dihasilkan   menjadi jelas
4.      Menghindari kerusakan lebih lanjut, ada 2 akibat dari kehilangan  terhadap        susunan gigi geligi:
    a.      Gigi antogonisinya akan memanjang untuk mencari kontak
    b.      Gigi sebelahnya akan bergeser miring dan sedikit terputar

Keempat tujuan pembuatan gigi tiruan ini pada akhirnya dapat  memperbaiki kualitas hidup penderitanya. 

Akankan kita biarkan keadaan tidak bergigi di mulut kita ???


KONSULTASIKAN penyakit gigi Anda sedini mungkin di :
Poliklinik Gigi RSUP Fatmawati
Telp.(021)7501524,7660552
Ext.1361 (Rawat Jalan)

Ext.1557 (Eksekutif Griya Husada)