Kamis, 16 November 2017



KERATOSIS SEBOROIK



Keratosis seboroik (KS) merupakan tumor jinak berwarna coklat sampai kehitaman pada kulit. Umumnya keratosis seboroik mengenai usia tua yaitu mulai dekade ke-5. Semakin bertambah usia, semakin besar kemungkinan timbul KS. Pada usia yang lebih muda usia 30 dan 40 dapat dijumpai Keratosis seboroik dengan bentuk yang lebih datar, dan dapat dipengaruhi faktor genetik. Namun pada usia anak-anak kelainan ini jarang terjadi.
Walaupun tidak ada faktor etiologi khusus yang dapat diketahui, KS lebih sering muncul pada daerah yang terpapar sinar matahari, terutama pada daerah leher dan wajah, juga daerah ekstremitas. Umumnya tidak ada gejala yang dirasakan pada lesi KS, namun beberapa dapat merasakan gatal. Benjolan kehitaman dapat mengganggu penampilan karena lokasi yang umumnya di area yang terlihat.
Keratosis seboroik terbentuk dari proliferasi sel kulit paling luar yaitu epidermis, perkembangannya dipengaruhi oleh Epidermal Growth Factor (EGF). Proliferasi dari keratinosit memacu aktivasi dari melanosit disekitarnya dengan mensekresi melanocyte-stimulating cytokines, sehingga lesi KS terlihat berwarna gelap (hiperpigmentasi).
Bentuk kelainan KS adalah berupa bintil-bintil (papul) kecoklatan sampai kehitaman pada area wajah, leher dan ekstremitas, namun dapat juga dijumpai pada area kulit lain.

Terdapat beberapa pilihan terapi yang dilakukan untuk menghilangkan KS, yaitu
1.    Bedah listrik (elektrokauter)
Terapi ini menggunakan alat elektrokauter, lesi KS akan dihancurkan langsung melalui pemanasan dengan listrik. Metode ini memerlukan pengolesan anestesi topikal berupa krim anestesi 30-60 menit sebelum tindakan sebelum tindakan untuk mengurangi rasa nyeri.
2.    Cryotherapy atau bedah beku
Digunakan cairan nitrogen untuk membekukan keratosis seboroik. Tindakan ini akan membekukan lesi, sehingga terbentuk lepuhan yang selanjutnya akan mengering dan membentuk keropeng. Dalam waktu beberapa minggu, keratosis biasanya akan lepas sendiri.

3.    Laser
Lesi KS juga dapat dihilangkan dengan menggunakan sinar laser yang akan secara langsung menghancurkan lesi KS. Laser yang digunakan misalnya laser CO2 atau laser lain yang bersifat ablatif. Di Rumah sakit Fatmawati tersedia laser yellow dengan menggunakan mode ablatif yang dapat menghilangkan KS.

4.    Bedah minor
Untuk lesi KS yang berukuran besar dapat juga dilakukan bedah eksisi dengan pisau bedah. Metode ini memerlukan anestesi lokal, dengan cara menyuntikan cairan anestesi pada area lesi untuk mengurangi rasa nyeri.



Selasa, 14 November 2017



GREEN HOSPITAL RSUP FATMAWATI


       Jakarta, 11 November 2017 RSUP Fatmawati mendapat piagam penghargaan juara 2 Lomba Green Hospital yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI, lomba Green Hospital yang diikuti oleh RS Vertikal, RSUD dan RS Swasta di seluruh indonesia.



Senin, 13 November 2017

MEMPERINGATI HARI KESEHATAN NASIONAL KE-53 

 DI BUNDARAN HOTEL INDONESIA

 

 

      Minggu, 12 November 2017, Dalam rangka memperingati puncak rangkaian acara Hari Kesehatan Nasional Ke-53 RSUP Fatmawati turut serta mengikuti Karnaval Kesehatan, Jalan sehat,dan senam bersama di Bundaran Hotel Indonesia acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.acara dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai.