Senin, 20 Maret 2017



Rapat Kerja RSUP Fatmawati tahun 2017


          Rapat Kerja (Raker) merupakan kegiatan rutin yang diselengarakan setiap tahunnya. Agenda tahunan yang biasanya diadakan diluar RS, kali ini diselenggarakan di RSUP Fatmawati. Rangkaian Raker dimulai dari kegiatan Desk Anggaran, Pra Raker dan diakhiri dengan acara puncak Raker, yaitu hari Jumat, 17 Maret 2017. Tema yang diusung tahun ini adalah “Kita Optimalkan Sumber Daya untuk Peningkatan Kinerja RSUP Fatmawati”.
        Acara puncak dihadiri oleh para kepala satker dan undangan dari Kementerian Kesehatan RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dan Dewan Pengawas.
Raker dimulai dengan laporan dari Ketua Raker, Liliek Marhaendro, Ak,MM,CIA , sambutan oleh Direktur Utama dan dibuka secara simbolis oleh Dewan Pengawas, Drs. Herry Purnomo , yang berpesan agar di tahun 2017 RSUP Fatmawati terus meningkatkan kinerja layanan tanpa harus bergantung pada APBN.      Dewan Pengawas juga sangat mengapresiasi pencapaian akreditasi nasional dan internasional di tahun 2016. Setelah pembukaan oleh Dewan Pengawas, dilakukan penanda tanganan kontrak kinerja Direktur Utama serta para Direksi, dilanjutkan dengan para Kepala satuan kerja lainnya. Siang harinya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS memberikan arahannya untuk pelayanan RSUP Fatmawati.

 

 

 









Kegiatan Hand Hygiene Serempak di RSUP Fatmawati


        Dalam rangka HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia, pada tanggal 17 Maret 2017 Komite Keperawatan RSUP Fatmawati mengadakan kegiatan Hand Hygiene atau cuci tangan yang dilakukan oleh seluruh perawat, petugas, pasien, keluarga pasien serta pengunjung secara serempak pada pukul 10.00. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama di Instalasi Rawat Jalan Reguler dan Eksekutif, Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Teratai, Instalasi Gedung Prof. Soelarto, Instalasi Bougenville dan Instalasi Bedah Sentral dengan jumlah peserta mencapai 1116 orang. Selain di RSUP Fatmawati, kegiatan Hand Hygiene serempak ini juga dilakukan di beberapa RS Pemerintah dan Swasta ,Puskesmas dan Lembaga Pendidikan Keperawatan di Indonesia untuk mendapat Rekor MURI.

       Kegiatan ini sekaligus mengingatkan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.




    




Kamis, 09 Maret 2017

KELUARGA BERENCANA

KB PASCA PERSALINAN
¨  Adalah pemanfaatan atau penggunaan alat kotrasepsi langsung sesudah melahirkan sampai 6 minggu/ 42 hari sesudah melahirkan.
¨  Tidak mengganggu  ASI
Manfaat :
¨  Mengatur jarak dan mencegah kehamilan agar tidak terlalu rapat (minimal 2 tahun setelah melahirkan )
¨  Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
¨  Menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita
¨  Ibu memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk dirinya sendiri , anak dan keluarga


Metode KB Jangka Panjang
¨  1. Metode Operasi Wanita (MOW)à Steril
¨  2. Metode Operasi Pria (MOP) à Steril
¨  3. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) / spiral / IUD à sampai 10 tahun
¨  4. Implan / susuk à 3 tahun 

Metode KB Jangka Panjang
¨  Suntikan 3 Bulan
¨  Pil KB menyusui à minum tanpa jeda di jam yang sama
¨  Kondom
                    ---> Tidak disarankan Suntik 1 bulan karena mengganggu ASI